[ONESHOT] Unconditionally Artwork

image

Author: Justpit
Length: Oneshot
Main Cast: Nam Taehyun and Other’s member of WINNER
Genre: Comedy(maybe),Friendship, Brothership
Rating: PG-16

PERHATIAN! ini emang gak ada NC nya,tapi ada kata-kata atau keadaan yang gak cocok untuk yang dibawah umur 16 aku udah peringatin ya terserah kalo kamu tetep mau baca,dan tolong setelah baca memberikan komentar ,review kalian mempengaruhi tulisan saya selanjutnya loh ^^. Selamat membaca~

Sore yang cerah di kota Seoul hari ini, namun tidak secerah fikiran seorang pemuda bernama Nam Taehyun.

‘Kalian tidak bisa dibilang ahli kalo belum pernah melukis wanita naked, dan ini adalah tugas kalian selama liburan musim panas kali ini…’  Kata-kata it uterus terngiang dipikiran Nam Taehyun.

Bukannya ia tak pernah melihat wanita naked, dia pernah melihatnya sekali di video yang sedang ke empat hyung didepannya saat ini lihat. Namun mengingat kejadian setelahnya membuat Taehyun frustasi memikirkannya.

“Arrghh…” Pekik Taehyun. Sedangkan ke empat pemuda didepannya hanya memasang ekspresi sama –bingung-.

“Yak! Kau kenapa?” Song Mino salah satu dari mereka mencoba menanyai seraya sesekali memperhatikan pengunjung lain disana. Aman…Mino menghela nafas.

“Kau ditolak Jisoo lagi? Belajarlah denganku cara menaklukan wanita” Mendengar pertanyaan itu keluar ,pemuda disampingnya memukul kepala pemuda itu.

“Aww…apa yang kau lakukan dengan kepalaku?!..Aku lebih tua darimu bodoh!”

“Sudahlah yoon,hoon jangan berkelahi, aku mau mendengar penjelasan taehyun” Pemuda yang paling dituakan disitu menginterupsi keduanya. Keduanya pasrah karena harus dipisahkan ,namun pandangan saling membunuh tetap mereka lemparkan satu sama lain.

“Maaf hyung penjelasannya kapan-kapan saja ya, sepertinya aku harus pulang sedikit tak enak badan” Taehyun meninggalkan ke empat hyung nya dengan tatapan tak mengerti ,dan akhirnya mereka hanya menghela nafas ,pasrah.

Satu minggu… Dua minggu…Tiga Minggu…

Taehyun sudah seperti orang gila bagaimana caranya mendapatkan model yang rela untuk bertelanjang didepannya untuk ia lukis. Dan sudah tiga minggu ini ia menghindar dari ke empat hyung nya.

“Apa aku bertanya dengan Seunghoon hyung saja?…ahh tidak dia pasti akan menertawakan aku” Taehyun mulai bermonolog mencoba mencari solusi kepada siapa ia harus bertanya untuk masalah nya ini. Dan setelah berfikir kurang lebih dari setengah jam ia berhasil menemukan kepada siapa ia harus bertanya.

“Benar tidak ya aku bertanya kepada jinwoo hyung?” Ya, akhirnya aku meminta pertolongan kepada hyung Jinwoo, dan disinilah kami janjian dicafe biasa aku dan keempat hyung ku berkumpul seusai kuliah. Namun bedanya aku akan bertemu dengan jinwoo hyung tanpa Seunghoon, Mino, dan Seungyoon hyung. Kulihat jam ditanganku, sudah satu jam aku menunggu hyung, tapi sampai sekarang tak ada kabar darinya.

“hhh…maaf aku terlambat” Kulihat hyung yang sudah duduk didepanku dengan nafas tersenggal. Kusodorkan minum yang telah aku pesan dan dengan tak tahu diri ia menghabiskan minumanku yang bahkan pemiliknya belum menyicipinya. Huh.. seharusnya aku mengajak mino hyung saja.

“Jadi bagaimana hyunie?” Ia bertanya kepada ku, dan kuceritakan masalah ku yang sebenarnya kepadanya. Satu detik..Sepuluh detik..kutunggu reaksinya, namun sampai satu menitpun ia tak menunjukan pendapatnya maupun ekspresi yang berarti. Sepertinya ia sendiripun bingung.

“Hmm…hyunie maaf, s..sepertinya akupun tak tahu apa solusinya” Bingo! Ia bingung, dan aku menyesal harus mengajaknya kesini dan konsultasi kepadanya.

“ Memangnya dulu kau tidak pernah diberi tugas seperti ini hyung?” Dari ekspresinya dia mencoba mengingat nya.

“Ah..aku pernah” Langsung kutunjukan deretan gigiku seperti mendapatkan sedikit harapan.

“Lalu dulu kau memakai cara apa?kau kan sama sepertiku” Alasan utamaku untuk berkonsultasi kepadanya adalah ini, dia sama sepertiku.Dan aku sangat yakin dulu ia lebih parah dariku.

“Jadi begini…” Hyung mulai menjelaskan rencana mengerjakan tugasnya dulu kepadaku.

“HAHAHAHAHAHA” Kini suara tawa dari tiga pemuda mendominasi suara café ini.Tawa mereka membahana karena mendengar cerita Taehyun dan tawa tidak berhenti setelah ketiganya diperlihatkan lukisan yang dibawa oleh Taehyun.

“Ayolah jangan terus menertawaiku, pengunjung disini daritadi melihat kearah meja kita terus” Taehyun coba menginterupsi tawa ketiganya mencoba menutup mukanya dengan buku menu.

‘Jinwoo hyung awas kau berani muncul dihadapanku’

Flashback on

Kini Taehyun berada disebuah ruangan rumah Jinwoo dan sudah siap dengan seluruh peralatan lukisnya.

“Hyung kau sangat cantik!” Taehyun tidak percaya wanita cantik didepannya adalah Jinwoo, dengan wig nya dan polesan make up noona nya Jinwoo berubah menjadi sosok gadis yang sangat cantik.

“Huuuh..simpanlah seluruh pujianmu itu namtae,aku sudah tidak betah jadi cepatlah kau melukis!”

Selama kurang lebih sejam Taehyun melukis wajah dari Jinwoo.

“Nah selesai kan, sekarang kau tinggal melukis badan nya, aku mau boobs nya besar ya hehehe, gunakanlah kecerdasanmu hyunie” Jinwoo menepuk pundak Taehyun memberi semangat dan setelahnya ia meninggalkan ruangan.

Untunglah Taehyun memiliki kecerdasan dan bakat nya, sehingga tak sulit harus melukis tubuh tanpa sehelai benang.

Kembali ke suasana saat ini, sama seperti sebelumnya tawa masih belum bisa lepas dari ketiganya walaupun sekarang tinggal tawa kecil yang kadang masih terdengar.

“Tapi aku masih penasaran bagaimana  Jinwoo hyung bisa memberikan ide konyol seperti itu” Kang Seung Yoon bertanya seraya menengok kearah pintu siapa kali orang yang sedang dibicarakan sudah datang. Dan benar sekali orang yang ditunggu memasuki café. Ketiganya melambaikan tangan mengintruksi Jinwoo untuk menghampiri mereka, sedangkan Taehyun hanya menghela nafas dan memberikan ekspresi malasnya.

“Yo,yo my bro Jinwoo” Mino menyambut kedatangan Jinwoo.

“Hei bagaimana tugasmu? Pasti kau dapat nilai A kan? Ideku memang sangat berlian” Jinwoo dengan tatapan innocent dan cengirannya bertanya kepada orang didepannya.

“Yak! Idemu sangat bodoh! Aku dapat nilai C kali ini” Taehyun memekik seraya menaruh kanvas lukisnya diatas meja dengan kasar. Jinwoo yang mendapat makian itu tidak percaya dan kaget setelah melihat nilai yang tertera di atas kanvas milik Taehyun.

“A..ahh bagaimana ya” Jinwoo menggaruk tengkuknya seraya menatap ketiga pemuda lainnya satu persatu, ketiganya yang diberi tatapan seperti itu hanya mengedikkan bahu.

“Seharusnya aku tidak meminta bantuan kepadamu”

“Tapi dulu aku mendapatkan nilai A, mungkin lukisan tubuhnya yang jelek tuh” Taehyun yang mendengar kalimat pembelaan dari Jinwoo langsung menatap tajam. Sedangkan yang lain hanya bisa menyimak saat ini selama tidak ada pertumpahan darah.

“Kau bahkan mengatai lukisan ku jelek?! Kau tau tidak apa yang Park Seosangnim tadi katakan padaku?”

 

Flashback

“Nam Taehyun!” Merasa namanya dipanggil Taehyun menghampiri meja dosennya di depan kelas.

“Lukisan mu bagus, tapi kau tahu sekitar tiga tahun yang lalu seorang murid mendapatkan nilai A ditugas ini, dan aku tau betul wajah siapa yang kau lukis disini…” Taehyun menyimak penuturan dosennya, perasaannya tidak enak.

“Wajah ini pernah kulihat didrama kampus satu tahun lalu, dan aku tahu benar dia itu seorang pria” Bingo! Kedoknya kebuka.

“Jangan coba membongiku lagi! ..Karena kau salah satu murid terbaikku akan kuberi kau nilai C” Setelah Park Seosangnim membubuhkan nilainya , Taehyun kembali ke tempat duduknya. Setidaknya ia bersyukur Seosangnim tadi menceramahinya dengan suara pelan sehingga teman kelasnya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan rahasia bahwa ia belum pernah melihat tubuh telanjang wanita secara langsung tetap aman sampai saat ini.

“HAHAHAHAHA” Suara tawa mulai membaha lagi setelah mendengarkan cerita Taehyun. Sedangkan Jinwoo dan Taehyun –orang yang ditertawakan- hanya menghela nafas, pasrah.

“Kau harusnya minta solusi kepadaku hyunie, jangan kepada Jinwoo hyung. Kenapa tidak ke club saja, disana kau bisa menyewa salah satu dari mereka” Seung Hoon mulai berbicara setelah berhasil mengontrol tawanya.

“Tidak… kau kan tahu sendiri kejadian waktu itu, setelah menonton video itu aku demam selama tiga hari” Seung Hoon yang mendengar itu langsung menepok jidatnya, ia lupa kejadian enam bulan lalu.

“Taehyun, pinjamkan lukisanmu itu aku ingin share ke twitter, pasti akan heboh kalau tersebar” Jinwoo yang mendengar itu langsung merebut lukisan itu, Seung Hoon dan Seung Yoon mencoba merebutnya membantu ide Mino terwujudkan.Sementara didepannya terjadi rebut-merebut lukisannya, Taehyun Nampak memfikirkan sesuatu.

‘Aku sadar jika kita memiliki masalah setidaknya kau harus bercerita kepada seseorang, walaupun solusi yang diberikan orang itu tidak berhasil, kegagalan akan membuatmu belajar hal baru’

Taehyun mengecheck handphone nya, ada beberapa pesan masuk dari grup Kakaotalknya, ia membaca deretan pesan yang masuk.

‘Lukisanku dapat nilai D, dia tidak tahu seni’

‘Sama aku juga’

‘Aku dengar hanya satu orang yang mendapatkan C,dan itu nilai tertinggi’

‘Jadi tidak cumin aku yang dapet D?’

‘Siapa dia?’

‘Tidak Tahu’

Senyum Taehyun terukir sangat lebar, ingin rasanya ia memeluk Jinwoo dan meminta maaf. Tapi melihat pemandangan didepannya ia tidak tega untuk menginterupsi keseruan mereka, dan akhirnya Taehyun ikut bersama mereka dan kini malah membantu Jinwoo untuk mengamankan lukisannya.

‘…Yours the best hyung’

 

  •  

     

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s